Penggerak Muslimin



Allah berfirman di dalam Al Quran:

"..Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia.."
(Surah [22] AL HAJJ : Ayat 78)

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
(Surah [33] AL AHZAB : Ayat 21)






Dari Abdullah bin Mas’ud r.a : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, hendaklah dia mengambil tempatnya di neraka.”

(MUTAWATIR)



[[ Senarai Kitab Hadis ]]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

[[ Carian Hadis ]]

Sunday, June 20, 2010

AHLUS SHUFFAH BUKAN SHUFIYAH

Sebahagian kaum muslimin beranggapan, bahwa setiap orang yang memiliki perilaku baik atau secara umum, moralitinya sangat tinggi dan terpuji, maka orang tersebut dikenal dengan sebutan sufi iaitu pengamal ajaran tasawwuf. Mereka beralasan dengan berbagai hujah, semuanya itu bermuara kepada ‘susuk seseorang yang dianggap suci atau bersih’ yang dihubungkan dengan akar kata mirip dengan kata sufi. Benarkah demikian?

Beberapa Tanggapan
Diantara mereka ada yang menyandarkannya pada sekelompok komuniti miskin sahabat Rasulullah saw. yang mengabdikan dirinya di jalan Allah, dimana mereka tinggal di serambi masjid Nabawi. Mereka itulah yang disebut ahlus shuffah atau ashabus shuffah. (Al-Asqalani dalam Hadyus Sâri Muqaddimah Fathil Bâri, hal. 221)

Hal ini diperkuat dengan pernyataan shahabat Abu Hurairah ra.:
“Aku pernah melihat tujuh puluh orang diantara ahlus shuffah, tidak seorang pun dari mereka yang memakai kain yang menutupi bahagian atas tubuh mereka, mereka hanya memakai kain atau sarung yang mereka ikatkan ke leher. Diantara kain yang dipakainya itu, ada yang menutupi hanya separuh betis dan ada yang menutupnya sampai kedua matakaki, juga ada diantara mereka yang memegang kain dengan tangannya kerana khuatir nampak terbuka auratnya.” (H.R. Al-Bukhari dalam Fathul Bâri I/694 no.442)

Maka jelaslah, hadis ini memberikan gambaran tentang keadaan mereka yang serba kekurangan kerana ketidakmampuan, sehingga mereka harus tinggal di masjid. Abdurrahman bin Abu Bakar menyebutnya dengan ashâbus shuffal al-fuqarâ. (Fathul
BâriI/692)

Adapula yang menyandarkannya pada katashaff (orang yang berada pada garis depan dalam menghadap Allah ‘Azza wa Jalla), juga ada pendapat menyebutkan disandarkan pada katashafwah (akhlak yang bersih). Bahkan ada pendapat yang menyebutkan disandarkan pada nama seorang tokoh Makkah kuno yang ahli ibadahbernama Shuffah bin Bisyir bin ‘Add bin Thanjah.


Pandangan-pandangan tersebut dibantah oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam
Kitabut Tasawwuf. Menurutnya:

“Sesungguhnya kata sufi tidaklah popular pada tiga abad pertama sebagaimana pendapatnya imam kaum muslimin seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Abi Sulaiman ad-Darani. Apabila kata sufi disandarkan pada kata tersebut maka istilahnya menjadi shufiyy. Juga apabila disandarkan pada kata shafwah itupun keliru, kerana kalaupun disandarkan padanya maka istilahnya menjadi shafawiy.

Demikian pula apabila disandarkan pada nama Shuffah bin Bisyirbin ‘Add bin Thanjah yang ahli ibadah di masa jahiliyah, itupun lemah pula, kerana penisbatan ini tidak popular di kalangan ahli ibadah, baik shahabat, tabi’in, tabi’uttabiin dan sudah tentu mereka tidak akan redha untuk disandarkan kepada kabilah jahiliyah yang tidak ada dalam Islam.”

(Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ Fatâwâ XI/ 5-6)


Diambil dari http://www.scribd.com/doc/12832121/Ahlus-Shuffah-Bukan-ShUfiyah dengan sedikit pengubahsuaian terutama dari sudut penggunaan bahasa oleh KoleksiHadis

Artikel Popular